Minggu, 03 Desember 2017


Ini adalah contoh cinquain iambic pentameter

The night when I let thou go with the rain
Quiet. Silence.Squire me every second
I can’t lose thee far away from my brain
I know time can’t return what be happened
You left somuch emotions in my heart
It is very touched, seeable to feel
Don’t worry, mama..though we’re far apart
But, you can fell my presence is so real
Promised to come back to me for someday
I’ll be waiting thou in the silent night
Don’t let me alone in the dark then cry
Because you are the moonlight in my sight
Mom, right beside thou is where I belong
So I’ll never bored to wait thou so long



Senin, 21 Agustus 2017

Kalimat Ukhuwah

"Ada seorang laki-laki yang mengunjungi saudaranya karena Allah, lalu Allah mengutus malaikat untuk mengawasinya. Kemudian malaikat bertanya, "Anda hendak kemana?" Ia menjawab, "Saya hendak mengunjungi saudara saya si Fulan." Malaikat bertanya lagi, "Apakah ada suatu keperluan untukmu?" Ia menjawab, "Tidak." Malaikat bertanya lagi, "Apakah karena anda ingin mendapatkan kesenangan (suatu kenikmatan) darinya?" Ia menjawab, "Tidak. Saya mencintainya karena Allah." Malaikat berkata, "Sesungguhnya Allah telah menyuruhku datang kepadamu untuk memberitahukan kepadamu bahwa Dia mencintaimu seperti engkau mencintainya karena Allah." ” (HR Muslim)

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
“Saudara”, gelar paling indah yang diberikan kepada seseorang. Terkadang mereka tidak  sedarah dengan kita, tapi kuatnya iman dan syahdunya rabithah membuat rajutan ukhuwah itu semakin indah. Dalam dakwah, tidak ada yang namanya teman, karena mereka hanya akan datang pada saat kita diarungi kebahagiaan. Dalam dakwah, tidak ada yang namanya sahabat, karena mereka hanya akan peduli pada beberapa orang saja. Namun, dalam dakwah ini akan selalu ada saudara. Mereka tidak sungkan untuk menegur dan menasehati apabila kita sedang melakukan kekhilafan. Mereka pun tidak gengsi saat mengakui keberhasilan kita. Bahkan, mereka akan merangkul kita, dikala sedih ataupun bahagia.
Untuk mendapatkan seorang teman dan sahabat bisa dibilang sangat mudah. Tetapi, mencari seorang saudara yang selalu peka dengan keadaan kita, butuh waktu dan fase yang panjang. Maka, saat ini kita menjadi salah satu orang yang beruntung. Kita dipertemukan dengan mereka, saudara yang selalu mengokohkan pundak, saudara yang selalu menarik kita untuk bangkit dan menjadi bagian dari barisan orang-orang pembela agama Allah. Saling menjaga dan menguatkan adalah kunci untuk mempertahankan manisnya ukhuwah.
Selamat Merayakan Ukhuwah, Selamat Menyebarkan Lebih Banyak Cinta di Bumi Allah.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokaatuh
Surakarta, 19 Agustus 2017
Uhibbukum Fillah..

#Kalimat Ukhuwah (KAWAH)
#KAMMI AL-AQSHA IAIN Surakarta
#Semangat Perbaikan, Tuntaskan Perubahan